Masuk ke sekolah dasar di
lanjutkan ke jenjang SMP dan SMA, Tetapi
kebanyakan hanya sampai ke jenjang SMP saja. Mereka lebih memilih menjadi TKI
atau kawin ketimbang sekolah lagi, itu hal yang sudah sering terjadi di kampung
saya.
Bukan hanya itu saja. yang
lebih parahnya lagi, ketika mereka sudah kawin dan sudah punya anak, mereka
cerai tanpa rasa tanggung jawab menjadi seorang ibu dan bapak sehingga tidak berpikir
panjang lagi untuk menjadi TKI, tak seorangpun menganggap itu sebagai masalah.
Pada dasarnya pendidikan itu
sangatlah penting namun kebanyakan dari mereka tidak mengerti atau tidak sadar
sadar betapa pentingnya pendidikan tersebut, tidak hanya faktor kesadaran saja
yang membuat mereka putus sekolah melainkan ada banyak faktor seperti salah
satunya, faktor ekonomi, faktor kemauan, faktor lingkungan dan lain sebagainya.
tetapi dari semua faktor tersebut yang lebih besar pengaruhnya yakni faktor kesadaran,
dimana dengan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan tersebut maka
kemungkinan besar faktor-faktor yang lain akan tertutupi.
Ketika menyebut sekolah yang
terbayang dimata mereka hanyalah biaya, Biaya dan biaya. Padahal masalahnya
bukan hanya biaya saja. Contoh kecilnya, banyak orang kaya hidup berkecukupan,
bermewah – mewahan, punya segalanya dan mereka tidak bisa sekolah. Sehingga Bisa
saja sekolah itu tidak menarik menurutnya atau tidak ada kemauan untuk belajar.
Jika Kalau ada kemauan tersebut, maka dia akan merasa rugi karena tidak bisa
memanfaatkan kekayaan orang tuanya untuk sekolah sampai jenjang yang paling
tinggi. Jadi artinya, sekolah tersebut tidak terus – menerus menyangkut tentang
biaya.
Kata mereka sekolah itu
tidak membuat kita jadi kaya, sekolah itu juga tidak membuat nasib berubah,
kalau lahir dari keluarga miskin, yaaa seterusnya tetap begini – begini saja.
Tetapi ingat, jangan karena terlalu lama memikirkan biaya, malah tidak sekolah
jadinya.
Ada orang yang saya kenal,
anggaplah tetangga saya. Dia sudah duduk di bangku SMP, dia berhenti dari
sekolahnya karena ingin membina rumah tangga. Tidak lama setelah mereka kawin,
mereka cerai dan pada akhirnya mereka pergi ke malaysia dengan tujuan hanya
satu yakni mencari uang yang banyak agar bisa buat rumah, kawin lagi dan
sebagainya. itulah salah satu impian dari anak muda di kampung saya. Tetangga
saya itu merasa jadi TKI lebih menjanjikan dari pada jadi siswa atau seorang pelajar. Sekolah
sudah membosankan, tidak ada hal yang menarik dan baginya kalau sekolah, lebih
lama di petik hasilnya itupun harus bersaing dengan banyak orang untuk
mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.
Lagian tidak ada salahnya
bekerja setelah selesai sekolah dan sebenarnya sekolah itu bukan semata hanya
untuk mendapatkan tiket pekerjaan. Sekolah tersebut mengajarkan kita menjadi
manusia terdidik secara moral dan intelektual, Tangguh, kuat menghadapi
masalah, Punya mental kemandirian, kreatif dalam bekerja dan lain sebagainya.
orang lebih memilih jadi TKI dari pada melanjutkan sekolah ini dikarenakan
sekolah tidak bisa memberikan jaminan orang mendapatkan pekerjaan selepas
keluar dari sekolah ini terjadi karena kurangnya atau minimnya lapangan
pekerjaan yang tersedia di negeri tercinta ini. Pemerintah yang seharusnya bisa
menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya malah sibuk dengan membuka proyek
- proyek baru untuk mereka korupsi atau makan sendiri tanpa rasa malu dan
tanggung jawab. Sungguh lucunya negeriku ini.!
Kekayaan negeriku
sungguh besar tapi entah kapan kami bisa merasakan kekayaannya atau kami tidak
akan pernah merasakan kekayaan negeri sendiri, mungkin kami hanya bisa
merasakan kekayaan negeri orang saja?Sumber
www.google.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar