Rabu, 30 Maret 2016

‘’Kurangnya Disimplin Siswa Saat Ulangan’’

Disiplin merupakan sikap mental yang tecermin dalam perbuatan tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan, ketentuan, etika, norma dan kaidah yang berlaku. Disiplin kerja adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau mematuhi segala peraturan yang telah ditentukan, (wandhie.wordpress.com).
Naahh,, dari pengertian disiplin di atas kita dapat mengambil inti arti dari disiplin yakni perbuatan tingkah laku seseorang sedangkan disiplin kerja yaitu, kejiwaan sesorang untuk mematuhi atau mengikuti peraturan.
Siswa dapat kita artikan sebagai orang yang sedang melakukan pembelajaran atau pendidikan di sebuah sekolah tertentu. Siswa atau orang yang melakukan pembelajaran ini sering kali tidak disiplin. Salah satunya kita lihat dari lingkungan sekolah yakni pada saat guru mengadakan ulangan ataupun ujian tulis di kelas. Biasanya siswa melakukan hal – hal yang tidak di duga oleh guru, seperti menyontek, menyiapkan jawaban, kerjasama antar siswa untuk mendapatkan jawaban, siswa juga berpura – berpura untuk meminta tambahan waktu pada saat menit terakhir dan lain sebagainya.
Biasa Guru sudah memberikan waktu untuk belajar, guru juga sudah memberikan rangkuman atau kisi – kisi soal yang akan keluar pada saat ulangan atau ujian. Tetapi siswa tetap menerapkan sikap tidak disimplinnya. Menurut saya, siswa yang sering tidak disiplin pada saat ulangan atau ujian tersebut karena kurangnya kesadaran, pengertian atau siswa tersebut kurang berkarakter dan karena kebiasaan pembawaan dari lingkungan siswa tersebut dan lain sebagainya.

Sebelumnya saya minta maaf, karena saya belum bisa memberikan solusi, karena menurut saya kedisiplinan tersebut berasal dari hati atau kesadaran dan karakter siswa tersebut, sehingga jika ingin merubah sikap atau prilaku siswa tersebut, haruslah siswa tersebut bersedia untuk berubah.

Minggu, 20 Maret 2016

APAKAH PENDIDIKAN ITU PENTING, BERJALAN BAIK DI DAERAH ANDA?


Berbicara mengenai Pendidikan, kita semua pasti sudah mengetahui bahwa begitu pentingnya pendidikan bagi manusia. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat mempunyai pengetahuan, kemampuan, dan Sumber Daya Manusia yang tinggi.
Menurut saya pendidikan dapat di artikan sebagai suatu proses pengembangan diri untuk dapat melangsungkan kehidupan, pendidikan kita dapat dari lingkungan keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah.
Sedangkan menurut UU No. 20 tahun 2003, Pendidikan adalah sebuah usaha yang di lakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, membangun kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. (http://www.lebahmaster.com).
Pendidikan sangat penting bagi manusia tetapi di sisi lain pendidikan itu tidak begitu penting karena harus membutuhkan biaya yang cukup banyak seperti yang terjadi di daerah saya sendiri, masih banyak anak – anak yang berhenti sekolah, tidak sekolah karena orang tua dari anak – anak tersebut kurang mempunyai kesadaran betapa pentingnya suatu pendidikan tersebut dan anak – anak itu juga belum sepenuhnya mengetahui pentingnya pendidikan. pemikiran mereka sekolah atau pendidikan itu berarti mengeluarkan uang dan uang. Mereka lebih memilih menjadikan anaknya sebagai TKI atau menyuruh anaknya bekerja, seperti pembahasan saya pekan lalu padahal dengan adanya pendidikan kita bisa mempunyai keahlian, kemampuan dan lain sebagainya untuk meraih pekerjaan tersebut. Masih banyak faktor – faktor yang menyebabkan orang tua tidak sadar akan pentingnya suatu pendidikan itu.
Di daerah saya, pendidikan sudah berjalan dengan baik tetapi sarana dan perasarana masih minim atau kurang. Sehingga menurut saya dengan adanya sarana dan perasarana yang lengkap maka akan timbul dengan sendirinya rasa untuk maupun kesadaran akan pentingnya pendidikan tersebut. Pemerintah juga sudah sadar dengan keungan masyarakat kita, contohnya pemerintah sudah mengadakan sekolah geratis yakni mulai dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dengan bantuan dana BOS atau biasiswa. Sekarang tinggal kesadaran, tekat dan kemauan kita sendiri.
Jadi menurut saya yang paling utama di perbaiki dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan itu dan juga agar pendidikan berjalan dengan baik yakni, masyarakat bersama – sama dengan pemerintah mengadakan sosialisasi ke warga – warga maupun ke daerah – daerah dengan tujuan menyadarkan masyarakat yang masih belum paham akan pentingnya pendidikan itu tidak hanya itu saja, pemerintah juga menyediakan sarana dan perasarana yang baik, lengkap di sekolah – sekolah yang masih memiliki perasarana yang minim.

Selasa, 15 Maret 2016

“Lebih Baik Jadi TKI Dari Pada Jadi Siswa”

Masuk ke sekolah dasar di lanjutkan ke jenjang SMP dan SMA,  Tetapi kebanyakan hanya sampai ke jenjang SMP saja. Mereka lebih memilih menjadi TKI atau kawin ketimbang sekolah lagi, itu hal yang sudah sering terjadi di kampung saya.
Bukan hanya itu saja. yang lebih parahnya lagi, ketika mereka sudah kawin dan sudah punya anak, mereka cerai tanpa rasa tanggung jawab menjadi seorang ibu dan bapak sehingga tidak berpikir panjang lagi untuk menjadi TKI, tak seorangpun menganggap itu sebagai masalah.
Pada dasarnya pendidikan itu sangatlah penting namun kebanyakan dari mereka tidak mengerti atau tidak sadar sadar betapa pentingnya pendidikan tersebut, tidak hanya faktor kesadaran saja yang membuat mereka putus sekolah melainkan ada banyak faktor seperti salah satunya, faktor ekonomi, faktor kemauan, faktor lingkungan dan lain sebagainya. tetapi dari semua faktor tersebut yang lebih besar pengaruhnya yakni faktor kesadaran, dimana dengan adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan tersebut maka kemungkinan besar faktor-faktor yang lain akan tertutupi.
Ketika menyebut sekolah yang terbayang dimata mereka hanyalah biaya, Biaya dan biaya. Padahal masalahnya bukan hanya biaya saja. Contoh kecilnya, banyak orang kaya hidup berkecukupan, bermewah – mewahan, punya segalanya dan mereka tidak bisa sekolah. Sehingga Bisa saja sekolah itu tidak menarik menurutnya atau tidak ada kemauan untuk belajar. Jika Kalau ada kemauan tersebut, maka dia akan merasa rugi karena tidak bisa memanfaatkan kekayaan orang tuanya untuk sekolah sampai jenjang yang paling tinggi. Jadi artinya, sekolah tersebut tidak terus – menerus menyangkut tentang biaya.
Kata mereka sekolah itu tidak membuat kita jadi kaya, sekolah itu juga tidak membuat nasib berubah, kalau lahir dari keluarga miskin, yaaa seterusnya tetap begini – begini saja. Tetapi ingat, jangan karena terlalu lama memikirkan biaya, malah tidak sekolah jadinya.
Ada orang yang saya kenal, anggaplah tetangga saya. Dia sudah duduk di bangku SMP, dia berhenti dari sekolahnya karena ingin membina rumah tangga. Tidak lama setelah mereka kawin, mereka cerai dan pada akhirnya mereka pergi ke malaysia dengan tujuan hanya satu yakni mencari uang yang banyak agar bisa buat rumah, kawin lagi dan sebagainya. itulah salah satu impian dari anak muda di kampung saya. Tetangga saya itu merasa jadi TKI lebih menjanjikan dari pada  jadi siswa atau seorang pelajar. Sekolah sudah membosankan, tidak ada hal yang menarik dan baginya kalau sekolah, lebih lama di petik hasilnya itupun harus bersaing dengan banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.
Lagian tidak ada salahnya bekerja setelah selesai sekolah dan sebenarnya sekolah itu bukan semata hanya untuk mendapatkan tiket pekerjaan. Sekolah tersebut mengajarkan kita menjadi manusia terdidik secara moral dan intelektual, Tangguh, kuat menghadapi masalah, Punya mental kemandirian, kreatif dalam bekerja dan lain sebagainya. orang lebih memilih jadi TKI dari pada melanjutkan sekolah ini dikarenakan sekolah tidak bisa memberikan jaminan orang mendapatkan pekerjaan selepas keluar dari sekolah ini terjadi karena kurangnya atau minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di negeri tercinta ini. Pemerintah yang seharusnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya malah sibuk dengan membuka proyek - proyek baru untuk mereka korupsi atau makan sendiri tanpa rasa malu dan tanggung jawab. Sungguh lucunya negeriku ini.!
Kekayaan negeriku sungguh besar tapi entah kapan kami bisa merasakan kekayaannya atau kami tidak akan pernah merasakan kekayaan negeri sendiri, mungkin kami hanya bisa merasakan kekayaan negeri orang saja?







Sumber
www.google.co.id